Berita
Ketika rumah mereka dibangun kembali
Oleh :ary
Kamis (19/7), merupakan hari baik bagi Tugiyo, 65; Wiryo, 80, dan Suraji, warga Desa Kadilaju, Kecamatan Karangnongko, Klaten. Hari itu, rumah ketiga warga tersebut dibongkar total. Bukan karena rusak berat akibat gempa bumi, melainkan dibongkar untuk dibangun kembali. Hari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten merealisasikan program bantuan pugar rumah keluarga miskin. Pada tahap awal realisasi bantuan tersebut dilakukan untuk 10 rumah yang tersebar di tiga wilayah yakni Desa Trucuk, Trucuk; Desa Mendak, Delanggu dan Desa Kadilaju, Karangnongko. Tugiyo, salah satu penerima bantuan pemugaran tersebut mengaku sangat bahagia. Pekerjaannya sebagai pencari pasir dengan penghasilan rata-rata Rp 65.000/rit/lima hari itu tentu takkan cukup untuk merenovasi rumah berdinding bambu miliknya. Jangankan merenovasi rumah, menghidupi keluarga saja dia kesulitan. ”Sejak rumahnya terkena angin dan ambruk praktis dia (Tugiyo) hanya tinggal di alam. Warga sempat bergotong-royong membangun rumahnya. Namun ya hanya seperti ini,” terang Sutarjo, Ketua RW setempat sembari menunjukkan kondisi rumah Tugiyo yang hanya berdinding bambu beralas tanah seluas 6x6 meter persegi itu. Tak pelak, ketika Bupati Klaten Sunarna SE beserta jajarannya berbondong-bondong mengunjungi rumahnya, Tugiyo pun merasa senang. Terlebih ketika Bupati menyerahkan bantuan uang senilai Rp 7 juta untuk pemugaran tersebut. Pencari pasir itu mengucapkan terima kasih dengan mata yang berkaca-kaca. ”Maturnuwun sanget (Terima kasih sekali-red).” Untuk menandai dimulainya program pemugaran rumah miskin tersebut, Bupati mendapat kesempatan untuk meletakkan batu pertama dalam pembangunan kembali rumah Tugiyo. Bupati sempat berpesan agar uang bantuan tersebut digunakan sebaik mungkin untuk membangun rumahnya. ”Aja dinggo kawin meneh ya (jangan dipakai menikah lagi-red)?” canda Sunarna. Dalam paparannya, Bupati menjelaskan alokasi anggaran bantuan untuk pemugaran rumah miskin tersebut senilai Rp 1,89 miliar. Bantuan tersebut akan dikucurkan kepada 270 rumah dengan alokasi bantuan senilai Rp 7 juta/rumah. ”Yang mendapat bantuan adalah rumah tidak layak huni non korban gempa. Dan perlu diingat, harus diawasi pelaksanaannya hingga tuntas.” Program tersebut merupakan satu dari sejumlah program yang merupakan rangkaian penanganan kemiskinan di Klaten. Data terakhir menunjukkan sekitar 35,9% dari 1.126.165 jiwa warga Klaten berada dalam taraf rumah tangga miskin. Mekanisme bantuan: 1. Permohonan kepada Bupati Klaten Cq Kantor Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang diketahui Kepala Desa dan Camat di wilayahnya. Permohonan disertai Foto dan Fotokopi KTP Pemohon dan rencana penggunaan dana bantuan. 2. Bantuan disalurkan melalui rekening pemohon 3. Pembangunan dilaksanakan secara swadaya yang dipandu kepala desa dan pengawasan dari kecamatan dan kabupaten. Sasaran bantuan: 1. Keluarga yang tidak mampu memugar rumahnya sendiri 2. Mempunyai rumah tidak layak huni 3. Bukan rumah tumpangan 4. Lokasi rumah tidak di atas tanah yang terlarang untuk permukiman. Sumber: Narasi KPM. - Heriyono Adi Anggoro
